Kepedulian Sosial Dalam Kehidupan Bermasyarkat
Kepedulian social merupakan bagian dari praktek budi luhur, sedangkan budi luhur itu sendiri adalah budinya ahli surge, dimana kita sebagai hamba allah yang beribadah dengan tujuan ingin masuk surge, selamat dari neraka.
Untuk dapa memahami gerakan kepedulian social ini sebagai ibadah, maka hal ini tidak terlepas dari pemahaman budi luhur, baik dari segi pengertian maupun dari segi praktek. Adapun yang dimaksud budi luhur adalah budi yang menetapi peraturan agama yang haq dan peaturan pemerintahyang sah mulai dari tingkat pusat sampai tingkat bawah dimana kita tinggal. Adapun bentuk praktek dari budi luhur itu seperti ketika membantu salah satu anggota masyarakat yang sakit, terkena bencana alam, dan ketika kita dimintai sumbangan untuk kepentingan social.
Kepedulian social dalam bidang pendidikan dan non materi bias berpegang pada pedoman : 1) Yang tidak bias diajari, 2) yang lupa diingatkan, 3) yang salah dinasehati supaya menjadi benar, 4) yang lemah dibantu.
Dengan demikian kepedulian social menghasilkan budi luhur yaitu budi pekerti yang mulia, budi pekerti yang agung, budi pekerti yang terpuji, budi yang bijaksana, budi yang untung-menguntungkan, dan budi yang patut diteladani.
Dengan didasari ketho’atan, kesabaran, keridhoan kita dalam melaksanakan kepedulian social dan terus ditingkatkan, insya alloh hidup kita akan lebih indah dan nama warga LDII akan lebih harum di masyarakat dan merupakan asset bangsa yang ada di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ada tiga aspek untuk dikembangkan sikap kepedulian social secara horizontal, yaitu :
- 1. Aspek spasial ( ruang waktu )
Dalam menjalani kehidupan social, manusia senantiasa dibatasi dan dipengaruhi adanya ruang dan waktu. Berkaitan dengan ruang, maka ruang kehidupan manusia akan dikondisikan oleh pluralism, yaitu adanya keragaman pada kehidupan ruang manusia, baik diantara kelompoknya sendiri maupun antar kelompok.
- 2. Aspek obyek kepedulian
- Menyampaikan kepedulian kepada para tokoh masyarakat, sebagai bagian dari upaya penguatan keteraturan dan struktur kemasyarakatan.
- Kepada lembaga yang sedang merayakan ataupunsedang melakukan suatu kegiatan, dapat dilakukan bentuk-bentuk partisipasi.
- Kepada masyarakat sekitar, baik ketika pada kondisi sedang bergembira seperti perayaan 17 Agustus, sedang membantu sarana ibadah atau ketika sedang ada musibah masal.
- 3. Aspek kepekaan social
Kepekaan social diperlukan dalam rangka menjembatani ataupun mengurangi terjadi kesenjangan social (social gap)/ jarak social (social distance). Umumnya terjadinya jarak social inilah yang seringkali menyebabkan terjadinya perselisihanyang bersifat kesalahpahaman. Melalui peningkatan kepekaan kepedulian social ini, diharapkan kesenjangan social atau jarak social dapat diperkecil. Kita dapat memberikan kontribusi dalam bentuk upaya perawatan dan peningkatan modal social (social capital) bangsa Indonesia dalam rangka kenyamanan dan ketentraman kehidupan bermmasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Beberapa contoh kepedulian social sebagai berikut :
- I. Dalam Lingkungan Tempat Tinggal :
- Menyumbang dan melayat warga masyarakat yang meninggal
- Menjenguk/ membantu tetangga / warga yang sakit
- Membantu/ memberikan sumbangan untuk pembangunan/ perbaikkan rumah ibadah, pos kamling, jembatan, jalan, dll.
- Membantu/ menjadi orang tua asuh bagi anak dari keluarga yang tidak mampu
- Ikut serta dalam gotong-royong mendirikan/ membangun rumah warga masyarakat sebagai wujud kesetiakawanan
- Menjaga keamanan lingkungan
- Membantu/ menolong warga masyarakat yang terkena musibah bencana alam seperti banjir, gempa bumi, longsor, kebakaran, dll
- Membantu/ menolong warga masyarakat yang teraniaya
- II. Dalam Lingkungan Tempat Bekerja/ Kantor :
- Sebagai senior, kita membina/ membimbing staff bawahnya
- Membantu/ menyumbang karyawan yang sakit
- Berpartisipasi dalam kerja bakti kebersihan kantor dan lingkungannya
- Memenuhi undangan pada acara pelepasan haji bagi karyawan
- Membantu/ memberi sumbangan pembangunan/ perbaikkan tempat ibadah
- Memenuhi undangan pada acara penting di lingkungan kantor seperti menghadiri hari-hari besar nasional dan serah terima jabatan
- III. Dalam Lingkungan Pendidikan/ Sekolah :
- Mengadakan bimbingan/ les bagi siswa-siswi yang lemah pada mat ape;ajaran tertentu
- Mengadakan belajar bersama/ study group
- Memberikan informasi tentang kiat-kiat belajar yang efektif umtuk mencapai sukses
- Mengupayakan beasiswa bagi siswa/ mahasiswa yang tidak mampu dan atau yang berprestasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar